Memaknai Arti Berkorban Melalui Kegiatan BerqurbanPeringatan Idul Adha SMP PGRI 10 Candi 2021
Memaknai Arti Berkorban Melalui Kegiatan Berqurban

Keterangan Gambar : Penyembelihan Hewan Qurban Sebagai Peringatan Idul Adha SMP PGRI 10 Candi 2021


Idul Adha dimaknai sebagai hari besar untuk memperingati peristiwa penyembelihan Nabi Ismail oleh ayahnya sendiri yaitu Nabi Ibrahim. Selain itu, umat Islam juga memaknai hari ini sebagai tanda puncaknya ritual ibadah haji di Mekkah. Biasanya umat muslim merayakan hari raya Idul Adha ini dengan penyerahan hewan qurban baik sapi atau kambing kepada pengurus masjid yang kemudian akan dilaksanakan penyembelihan terhadap hewan tersebut. Semua orang berbondong-bondong untuk membantu proses penyembelihan, pemotongan, serta membagikan kepada warga setempat.

Akan tetapi, di era pandemi Covid-19 ini memaksa kita untuk mengubah segala kebiasaan-kebiasaan lama kita dengan kebiasaan baru yang lebih baik lagi, atau yang biasa dikenal dengan kebiasaan di era new normal. Di era pandemi ini memaksa kita bukan hanya berqurban secara lahiriah yaitu menyerahkan hewan qurban bagi yang mampu, akan tetapi kita dipaksa untuk berqurban secara batiniah pula, misalnya berkorban untuk tidak keluar rumah dengan alasan-alasan yang tidak mendesak, berkorban untuk tidak menerima ajakan yang sifatnya dapat menimbulkan kerumunan, berkorban untuk meluangkan waktu untuk berolahraga, dan kebiasaan-kebiasaan lainnya.

Namun sebenarnya, ibadah Idul Adha tidak hanya tentang penyembelihan hewan qurban dan ibadah haji. Akan tetapi ada banyak makna serta hikmah lainnya yang dapat diambil dari hari Idul Adha. Salah satunya mengajarkan kepada kita semua arti berbagi dan mengikhlaskan segala sesuatu yang ada di bumi ini yang sejatinya hanya sebuah titipan dari Yang Maha Kuasa dan akan dikembalikan kepadaNya.

Pada tanggal 21 Juli 2021, para guru berupaya untuk menanamkan arti semangat berbagi untuk sesama, memberikan pengorbanan, memberikan keikhlasan, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan menamkan dalam diri bahwa segala sesuatu hanya milik Allah SWT dan akan kembali kepadanya.

Kegiatan penyembelihan hewan qurban ini hanya dilakukan oleh panitia yang telah ditunjuk, selain itu tentunya dengan pengawasan protokol kesehatan yang ketat. Selain itu pembagian atau pendistribusian hewan qurban kepada para peserta didik ini juga dijadwalkan secara bertahap. Seluruh siswa dipanggil untuk datang ke sekolah dengan jadwal yang sudah ditentukan.

Bapak dan ibu guru juga mengawasi langsung peserta didik yang datang ke sekolah benar-benar dalam kondisi sehat, mengenakan masker, memastikan mencuci tangan dan menggunakan handsanitizer sebelum masuk ke area sekolah, serta tidak mengizinkan peserta didik untuk berlama-lama/berkerumun di lingkungan sekolah. Dari kegiatan ini, para pendidik berharap bahwa situasi dan kondisi pandemi yang serba sulit ini tidak menghalangi untuk tetap berbagi, tentunya berbagi dengan new normal dan tetap menghargai segala kebijakan.



Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)